Ternyata Tarif Listrik di Indonesia Termahal di Dunia

listrik trf

PENYESUAIAN TARIF LISTRIK TAHUN 2015

Pemerintah terus menaikkan tarif listrik mulai dari rumah tangga hingga industri yang mencapai hingga sekitar 11,36%, meski, pemerintah tidak menjamin pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah Indonesia tidak disuguhkan lagi. Publikasikan pihak Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral (ESDM), menimpa enam golongan yang terkena kenaikan harga tersebut adlah masyarakat yang dinilai mampu membeli listrik dengan harga keekonomian tanpa harus disubsidi. Dan, kenaikan tarif ini akan diikuti kenaikan tarif berikutnya dengan periode setiap dua bulan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Suber Daya Mineral Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.

Berikut merupakan Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik yang mulai berlaku per tanggal 1 Januari 2015.

Tarif Tenaga Listrik yang Mengalami Penyesuaian adalah :

  1. Tarif Sosial.
  2. Tarif Rumah Tangga.
  3. Tarif Bisnis.
  4. Tarif Industri.
  5. Tarif Pemerintahan dan Penerangan Jalan Umum.
  6. Tarif Traksi.
  7. Tarif Curah.
  8. Tarif Layanan Khusus.

Penyesuain Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2015 dan dilaksanakan setiap bulan apabila terjadi perubahan, baik peningkatan maupun penurunan salah satu dan atau beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik, yaitu :

Apakah dengan kenaikan tarif listrik tersebut akan berdampak pada arus kas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pihak Kementerian ESDM mengakui dampaknya masih terlalu kecil. Istilahnya, lebih besar ributnya (proses kenaikan tarif) ketimbang nilai yang didapatkan untuk mengecilkan subsidi listrik yang terus menggelembung. Katanya, subsidi listrik pada tahun ini melejit signifikan, dalam mata Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 subsidi listrik dipatok sebesar Rp71,4 triliun kemudian membengkak menjadi Rp103,8 triliun dalam APBN Perubahan. Apabila subsidi listrik ini tidak mendapat perhatian serius, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi ganjalan serius APBN, seperti yang terjadi pada subsidi bahan bakar minyak. Kenaikan tarif listrik hari ini cukup membuat pening kalangan pengusaha.

Para pengusaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman sepakat menaikkan harga jual yang berkisar 3% hingga 5% menyusul kenaikan tarif listrik. Sebelumnya, pengusaha yang tergabung di bawah payung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hanya bisa mengimbau agar PLN melakukan efisiensi dengan menekan biaya operasional semaksimal mungkin. Karena kenaikan tarif listrik ujung-ujungnya dibebankan kepada konsumen. Dampak yang paling memprihatinkan adalah anjloknya daya saing negeri ini.

Betul, tarif listrik di Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara ASEAN sepertpln-tarifi Vietnam dan Thailand masih lebih murah. Tetapi, perbandingan itu menjadi tidak berarti bila dikaitkan sejumlah insentif yang diberikan kepada pengusaha kedua negara itu sehingga tarif listrik yang mahal terkompensasi dari insentif lainnya, misalnya pajak yang lebih ringan.

Ternyata, tarif listrik di Indonesia ternyata paling mahal di dunia dibandingkan negara lainnya. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Achmad Safiun, dalam diskusi tata kelola gas, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, pernah mengungkapkan, kalangan industri pengguna gas bumi mengeluhkan mahalnya tarif listrik di Indonesia. “Kondisi 2014 lalu tarif listrik hampir semua golongan naik. Sekarang tarif listrik di Indonesia USD11 cent per Kwh. Bahkan di beberapa daerah sudah 12 cent. Ini harga paling mahal di dunia. Padahal, sebagai komponen penting dan roda penggerak industri, harga listrik mempengaruhi harga lainnya. “Tarif listrik mempengaruhi harga. Kami ini bergerak di industri hilir sehingga kalau terjadi perubahan pada kami akan berpengaruh langsung dengan masyarakat. Kebijakan migas seharusnya diperlakukan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Bukan sebagai komoditi revenue. Sekarang momentum yang tepat untuk memperbaiki tata kelola migas karena harga minyak yang turun drastis,” tegasnya.

Berikut tarif listrik di beberapa negara:

  1. Amerika Serikat (AS) USD 3 cent per kwh.
  2. Bangladesh USD 3 cent per kwh.
  3. Vietnam USD 7 cent per kwh.
  4. Malaysia USD 6 cent per kwh.
  5. Pakistan USD 6,6 cent per kwh.
  6. Korea Selatan USD 6 cent per kwh.
  7. Indonesia USD 11 cent per kwh.

SUMBER :

1. Koran SINDO

2. metrotvnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s