Kerja Jokowi Membunuh Gengsi Anak Bangsa Ternyata Mencengangkan Rakyat

kerja jokowi

Tanggapan dan Pengakuan

Data Bloomberg mencatat, Rupiah dibuka Rp 13.595 dan terus menguat hingga Minggu pertama Oltoner 2015. Bahkan, Rupiah menyentuh titik terkuat yaitu Rp 13.289 per USD.

Memang Dolar AS telah melemah secara global setelah pertemuan FOMC yang mengisyaratkan kalau bank sentral Amerika atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan.  Nilai tukar Rupiah cenderung menguat sepanjang perdagangan hari Jumat (9/10). Dibuka di level Rp 13.595, Rupiah sempat menyentuh titik terkuat di Rp 14.289 per USD. Bank Indonesia mengklaim keyakinan investor terhadap pemerintah Indonesia sudah pulih. Ini terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai 4,4 persen dalam tiga hari terakhir. Penguatan rupiah terhadap dolar ini menjadi penguatan yang paling tajam selama 70 tahun Indonesia merdeka. Hal ini dinyatakan dengan berbagai macam aspek serta faktor ekonomi dunia.

“Tadinya investor asing mengatakan pemerintah tidak pernah serius melakukan structural reform. Paket kebijakan itu mendorong investor masuk, lalu pemerintah meng-adress dengan debirokratisasi dan deregulasi dalam rangka mendorong investor dan devisa masuk. Penguatan rupiah juga didorong sentimen The Federal Reserve diperkirakan bakal menunda penaikan suku bunga acuannya hingga tahun mendatang. Presiden Jokowi juga sangat jenius dalam memberikan Kebijakan untuk mengatasi masalah ekonomi di Indonesia.,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Jakarta, Jumat (9/10).

Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Denmark dan Indonesia untuk memperluas kemitraan di sektor bisnis dengan mempertimbangkan potensi-potensi yang besar bagi para pengusaha kedua negara kembangkan di masa depan. Denmark menilai Indonesia masuk ke dalam jajaran kekuatan ekonomi terbesar di Asia terutama di kawasan ASEAN dipandang dari pertumbuhan ekonomi dan juga peningkatan jumlah kelas menengahnya. Atas dasar ini, Denmark ingin meningkatkan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Jensen mengatakan bahwa Indonesia sekarang bukan seperti yang dulu. Di tangan Jokowi, Indonesia terlihat akan dapat bersaing dengan negara-negara maju di dunia. Oleh karenanya, Denmark akan bersama-sama dengan Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut. “Hubungan politik antara Denmark dan Indonesia telah terjalin lama dan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor bisnis. Para pengusaha yang akan datang antara lain berasal dari sektor maritim, transportasi, energi dan agribisnis,” kata Menlu Jensen dilansir dari Antara, Jakarta, Minggu (11/10).

Ratu Denmark dan Pangeran Consort direncanakan, akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 21-24 Oktober mendatang guna membahas peluang peningkatan kerja sama ini. Kunjungan kenegaraan pertama kalinya oleh Ratu Denmark dan Pangeran Consort tersebut juga akan didampingi Menlu Jensen, Menteri Energi, Utilitas dan Iklim Lars Christian Lilleholt beserta pengusaha. Pengusaha Denmark mengakui mereka belum sepenuhnya mengeksplorasi pasar Indonesia.

Selama ini, Indonesia hanya pasar ekspor terbesar ke-51 negara Denmark, padahal, Denmark memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan. Ekspor adalah salah satu elemen penting dalam perekonomian negara ini dengan kelompok komoditas utama ialah produk kesehatan, minyak mentah, turbin angin dan makanan jadi.

Italia menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di sektor infrastruktur di Indonesia. Investasi negeri pizza tersebut nantinya dalam bentuk kerja sama pemerintah dan swasta atau public private partnership (PPP). Proyek-proyek yang diminati Italia antara lain yang berkaitan dengan infrastruktur baik jalanan, listrik, pelabuhan dan pengolahan air.

Duta Besar Italia untuk Indonesia, Federico Failla, menyatakan minat investasi dalam proyek-proyek PPP terutama terhadap proyek-proyek PPP yang dapat dikerjasamakan dengan BUMN di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Presiden Joko Widodo mencerminkan sosok seorang pemimpin yang dapat dipercaya. Federico menilai kalau Jokowi merupakan Presiden yang tidak mempunyai kepentingan dalam pekerjaannya.  Saat ini, Indonesia sudah mulai ditakuti oleh dunia karena perkembangannya yang cukup signifikan dan rencana-rencana besar yang berani diambil oleh Presiden Joko Widodo.  “Dalam rombongan perusahaan tersebut, juga akan ada 3 perusahaan perbankan yang akan mendukung dari sisi pembiayaan,” kata Federico.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, ada 15 proyek infrastruktur PPP yang siap ditawarkan dan membutuhkan keterlibatan investor dalam konstruksinya pada 2015. Proyek-proyek ini yang akan ditawarkan kepada 20-30 perusahaan Italia yang akan mengunjungi Indonesia.

“Rencana kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan promosi investasi yang dilakukan oleh BKPM bulan September lalu. Pada saat itu mereka sudah menunjukkan ketertarikan terhadap peluang-peluang investasi yang ditawarkan. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan mereka untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut. Dan mereka saat ini telah secara spesifik minta detil informasi mengenai proyek PPP,” ujar Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Dari data yang dirilis oleh BKPM, realisasi investasi Italia untuk semester I 2015 berada di peringkat 29 dengan nilai investasi mencapai US$ 6,1 juta dengan jumlah proyek mencapai 41 proyek. Sedangkan untuk minat, dari data semester I 2015, tercatat persetujuan investasi untuk 30 proyek dengan nilai investasi mencapai US$ 60,3 juta dengan rencana penyerapan tenaga kerja mencapai 874 orang.

Pada September 2015, saat kegiatan pemasaran investasi di Milan, BKPM mengidentifikasi minat investasi dari Italia senilai US$ 789,5 Juta. Minat tersebut berasal dari berbagai sektor di antaranya telekomunikasi US$ 4,5 juta, kelistrikan US$ 380 juta, industri turbin untuk pembangkit listrik sebesar US$ 25 Juta, industri otobus US$ 90 Juta, sektor perkapalan US$ 10 Juta, dan konstruksi senilai US$ 280 Juta.

Italia merupakan bagian dari Eropa yang tahun ini tergolong aktif untuk melakukan kegiatan ditandai dengan dilaksanakannya Expo Milan. Dari sisi hubungan bilateral, pemimpin kedua negara juga telah melakukan pertemuan pada 15 November 2014, antara Presiden Joko Widodo dengan PM Italia Matteo Renzi, di sela-sela pertemuan KTT G-20 di Brisbane. Hal ini menunjukkan  Indonesia dinilai sebagai salah satu mitra strategis Italia di kawasan Asia.

 

Kerja Jokowi Yang Belum Bergengsi

Berbeda dengan Denmark dan Itali, Wakil Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto meminta agar Jokowi segera mengambil tindakan agar bencara asap terkait kebakaran hutan dan lahan tidak menjadi malapetaka yang besar terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

“Kabut asap ini bisa ditanggulangi secepatnya karena ini pembunuhan secara perlahan-lahan dan ini adalah pembunuhan massal kalau didiamkan saja! Ini juga kan kesalahan fatal dari Presiden sendiri, kerja lambat. Masak tega banget sih jadi pembunuh, bertindak dong. Kalau ada negara lain membantu, kalau kita gak mampu, ya bilang aja kita tak mampu. Kalau ada negara lain yang bantu, ya terima saja bantuan itu! Masa nunggu rakyat kita mati, baru terima bantuan. Jangan gengsilah untuk menyelamatkan bangsa ini,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2014 hingga Oktober 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berhasil membangun ratusan kilometer (km) jalan tol di seluruh Indonesia. Sekitar 132,35 km ruas tol sudah beroperasi yaitu, Jalan Tol Gempol-Pandaan‎ 12,05 km, Jalan Tol Porong-Gempol 3,55 km, dan Cikampek-Palimanan 116,75 km diantaranya. Demikian disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (13/10/2015). Dengan demikian, penambahan ruas tol tersebut, maka hingga saat ini jalan tol yang sudah beroperasi sudah mencapai 948 km.

Selain itu, menurut Herry, ada pula penambahan panjang jalan tol yang saat ini sedang dalam masa konstruksi sepanjang 66,11 Km terdiri dari Jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 6,1 km, Tol Balikpapan-Samarinda 11,09 km, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 11 km, dan Ngawi-Kertosono 37,51 km.

“Dengan tambahan itu, maka panjang ruas jalan tol tanggung jawab pemerintah yang berstatus konstruksi atau dalam masa pekerjaan menjadi sepanjang 72,46 km‎. Lalu ada pula, penambahan panjang ruas konstruksi sepanjang 508,39 km yang menjadi tanggung jawab pihak swasta.‎ Dengan demikian maka panjang ruas jalan tol tanggungjawab pihak swasta yang sedang dalam proses pembangunan adalah 701,26 km. Seluruhnya ditargetkan selesai dan beroperasi di 2019,” jelas Herry.

Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menenga‎h Nasional 2014-2019, menargetkan bisa membangun 1.000 km jalan tol baru. Rencana tersebut akan didukung dengan berbagai langkah percepatan baik dari pekerjaan fisik mapun dari sisi regulasi. Berbeda dengan era pemerintah sebelumnya. Pemerintah memberikan perhatian besar pada pembangunan infrastruktur, karena pemerintah meyakini, pembangunan infrastruktur dapat memacu dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas industri dan perdagangan, serta memperluas lapangan kerja. Namun realisasinya hanya membangun kurang lebih sekitar 350 Km jalan tol saja. tidak begitu. Pembangunan infrastruktur jalan, termasuk tol nampak dan terkesan seperti retorika dan terkesan tidak fokus.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak telah menyepakati kerjasama kedua negara di bidang industri sawit, di Istana Bogor, Jawa Barat.

“Sejak tahun 2006, lebih dari 16 kali pertemuan, tapi tidak ada hasil-hasil yang konkret dan nyata. Sehingga Indonesia dan Malaysia malah berkompetisi, bersaing, padahal Indonesia-Malaysia menguasai lebih dari 85% total CPO (minyak sawit mentah) di seluruh dunia,” kata Rizal Ramli usai konferensi pers Minggu (11/10/2015). Kerjasama itu antara lain pembentukan organisasi Council of Palm Oil Producing Country (CPOP), yang terdiri dari perwakilan menteri Indonesia dan Malaysia, antara lain Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil dan Deputi Menteri kantor PM Malaysia Datuk Razali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, Indonesia dan Malaysia selama ini menguasai 85% produksi sawit dunia. Namun kenyataannya kedua negara selalu bersaing ketat, tanpa ada kerjasama. Di sisi lain, negara konsumen seperti Uni Eropa menerapkan standar ketat yang kerap menyulitkan pemasaran sawit kedua negara.

Rizal mengatakan Dewan CPOP ini akan dibantu oleh satu penasihat internasional terkemuka, yang bobotnya kelas dunia, supaya membantu kita, memberikan nasihat di dalam promosi dan mempertahankan kepentingan daripada produsen sawit. Dewan ini juga ada yang bertugas menangani produksi dan stok sawit kedua negara. Tujuannya agar bisa menjaga harga sawit dunia, sehingga Indonesia dan Malaysia tak dirugikan soal harga sawit anjlok karena kelebihan stok akibat kedua negara tak saling koordinasi.

“Jadi kita harus kelola stok. Nah, dengan aturan B15%-nya Indonesia, bahwa solar bisa dicampur CPO, Malaysia baru 7,5%, sekarang dia B10%, mungkin akan dinaikkan. Itu akan menyedot stok, dan membantu memperbaiki harga,” katanya.

Selain itu, ada kerjasam soal standar sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan antara kedua negara. Selama ini kedua negara punya standar masing-masing, bahkan negara konsumen seperti Uni Eropa punya standar tersendiri dalam RSPO. Akibatnya banyak produk sawit perusahaan skala kecil sulit memenuhi standar saat akan dipasarkan ke negara-negara maju.

Menurut Rizal, Negara maju memaksakan suatu standar yang semakin lama semakin ketat dan merugikan. Syarat ketat ini justru merugikan para petani sawit di Indonesia yang mencapai 4 juta orang dan 400.000 di Malaysia. “Nah, kita sepakati harus buat standar global yang disepakati Indonesia-Malaysia. Langkahnya kita harmonisasikan dulu,” katanya.

Terkait harmonisasi standar kedua negara akan disampaikan kepada presiden dan perdana menteri Indonesia dan Malaysia menjelang KTT ASEAN di Kuala Lumpur pertengahan November 2015. Juga akan dibahas Indonesia-Malaysia dalam pertemuan APEC November 2015.

Selain itu, dalam konferensi perubahan iklim di Paris Desember 2015, kedua negara akan kompak memperjuangkan kepentingannya soal industri sawit terutama dalam menyusun standar baru produksi sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Untuk sementara kesepakatan dengan negara maju itu kita freeze dulu, kita hold. karena kita mau merumuskan standar kita sendiri yang eco plus. Jadi kita sepakat dengan menhut agar standar negara barat yang merugikan kita itu kita hold dulu, kita freeze,” katanya.

Sayangnya, masih banyak orang yang dengan keegoan dan kekerasan hati menempatkan diri sebagai korban dari kehidupan bernegara dibawah kebijakan pemerintahan sekarang. Pastikan kita terus dibangun dengan nasihat, hikmat serta didikan yang sejati dan benar. Jangan merasa diri sudah pintar sehingga tidak mau mendengarkan, menyimak dan memahami kenyataan yang ada. Semoga rakyat Indonesia berhasil MENAPAKI TANGGA KESUKSESAN dan mencapai PUNCAK POTENSI TERBAIK sebagai anak bangsa!!!

 

SUMBER :

www.hatree.com

 

Iklan

One response to “Kerja Jokowi Membunuh Gengsi Anak Bangsa Ternyata Mencengangkan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s